Setelah ngobrol panjang siang tadi, beberapa gelintir beban di pundakku rasanya terangkat. Rasa kangen yang menekan meleleh sedikit, mengalir ke padang ilalang menimbulkan rasa sunyi yang mistis.
Malam ini aku memikirkannya kembali, mengenang alur bicara kita yang meloncat kesana-kemari. Apakah sadar, kita tadi mirip sepasang remaja memadu kasih untuk pertama kali, banyak yang ingin dibicarakan tapi waktu begitu singkat. Banyak yang terpikirkan tapi sulit mengungkapkannya dengan ketenangan. Jadinya ya gitu deh, salah tingkah, ngomong ngaco-ngaco kian kemari yang ditutup gelak tawa.
Entah mengapa setiap kali selesai bicara denganmu aku merasa sexy. Kalau sudah begini, tiba waktunya mandi, aku akn berlama-lama menikmati guyuran air hangat yang jatuh dari shower. Setiap hentakan halus dari air yang jatuh di kepala lalu meluncur ke punggung dan seluruh badanku, seperti membelai-belai rasaku paling dalam dari keinginan untuk merasakan sentuhan tanganmu di seluruh permukaan kulitku.
Aku merasakan kepedihan yang riang. Sakit yang menyenangkan. Tapi yang paling mendebarkan adalah kesegaran sabun dan shampo melekat di permukaan kulitku itu sepertinya akan berahan lama sampai waktunya aku tunjukan kepadamu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar